Ngeri, Oknum Pungli Jual-Beli LKS di SDN Sukaresmi 06

ilustrasi.

sajabar.com – Dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh sejumlah oknum mencuat di SDN Sukaresmi 06, Kabupaten Bekasi. Menurut informasi yang diterima redaksi sajabar.com, dugaan pungli tersebut berasal dari aktifitas penjualan Buku Paket dan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dikoordinir secara sepihak, sementara hal tersebut dilarang dalam PP Nomor 17 Tahun 2010 dan Permendikbud nomor 75 tahun 2016. 

Salah satu orangtua murid, A, merinci awal mula dugaan pungutan liar tersebut terjadi di lingkungan sekolah SDN Sukaresmi 06.

Bacaan Lainnya

“Di tahun ajar baru, kami diundang masuk ke dalam grup Whatssap kelas yang dimaksudkan sebagai wadah informasi tentang bahan ajar dan kebutuhan sekolah para siswa ke depannya, namun ada hal janggal saat muncul pembicaraan tentang penjualan buku dan LKS dengan nominal Rp262.000 bagi setiap siswa,” ungkapnya, Selasa, (28/7).

Melihat hal tersebut, A lantas melakukan klarifikasi lewat sosial media milik Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi dan ditemukan fakta bahwa memperjualbelikan buku paket dan LKS di lingkungan sekolah tidak dibenarkan oleh pihak Disdik Kabupaten Bekasi.

GROUP Whatsapp/ isi share informasi mengenai jual-beli buku paket LKS. (Foto dari orang tua murid).

“Setelah mendapatkan jawaban dari sosmed Disdik Kabupaten Bekasi tentang hal tersebut, kami bertanya kepada Kepala Sekolah kaitan hal tersebut dan memang Kepsek juga langsung ditegur oleh pihak Disdik dan telah memberikan larangan keras kepada seluruh bawahannya memperjualbelikan bahan ajar ke orangtua murid,” lanjut A.

Atas kejadian tersebut, A berharap kepada para oknum untuk berhenti mencari keuntungan di tengah kondisi ekonomi yang morat-marit imbas dari pandemi Covid-19. Dirinya juga menilai bahwa sejumlah oknum tersebut terlihat sengaja mencari peluang untuk menjatuhkan kredibilitas sekolah tempat anaknya menimba ilmu selama ini.

“Sebagai orangtua murid, kami menyayangkan adanya aktifitas jualbeli bahan ajar tersebut, terlebih dalam kondisi pandemi seperti ini, untuk membayarnya kami diharuskan untuk mengirim uang ke rekening pribadi salah satu oknum, kami sangat keberatan dan kecewa juga ketika tahu buku paket bisa diunduh dan dicetak secara individu,” ucap A kepada sajabar.com.

(yud)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.