Untuk Sukseskan PON XX,
Kemendagri Terbitkan Inmendagri Nomor 46 tahun 2021

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengeluarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 46 tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua.

sajabar.com – Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua tinggal menghitung hari. Sejumlah persiapan kembali dipastikan pemerintah, sebelum acara pembukaan yang akan digelar pada 2 Oktober mendatang ini, berjalan lancar.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengeluarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 46 tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua.

Bacaan Lainnya

Dalam instruksi tersebut, penyelenggaraan PON XX, wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Penegakan protokol kesehatan ditunjukkan demi suksesnya perhelatan pesta olahraga terbesar nasional ini.

Adapun ketentuan dalam Inmendagri Nomor 46 tahun 2021 ini ditegaskan, bahwa penyelenggara wajib memastikan para atlet, offisial, panita, penonton, dan masyarakat di sekitar lokasi telah mendapatkan vaksin, minimal tahap pertama.

Pembatasan jumlah penonton yang hadir secara langsung di stadion pun dibatasi. Tidak boleh diadakannya penyelenggaraan nonton bareng.

Melakukan pengecekan kesehatan tamu dan penonton untuk menunjukkan hasil test pcr (2×24 jam) atau Tes antigen (1 X 24 jam) dan Bukti telah divaksin. Menyediakan sarana kesehatan dan tenaga kesehatan di titik-titik tertentu.

Kemendagri siap merangkul dan bersinergi juga dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI-Polri, serta Satgas Provinsi, Dinas Kesehatan, dan panitia penyelenggara PON.Penguatan disiplin protokol kesehatan adalah hal yang utama dalam pesta olehraga nasional ini.

Untuk itu, Kemendagri segera turun lapangan untuk mengkampanyekan Gerakan Pembagian Masker, di sejumlah kota yang menyelenggarakan PON. Gerakan tersebut dimaksudkan untuk mengajak kesadaran masyarakat agar selalu meningkatkan disiplin memakai masker.

Diketahui, Penyelenggaraan PON XX ini menjadi ajang promosi, yang akan membuat masyarakat di luar Papua tertarik mengenal dan memahami kondisi di daerah yang sangat indah alamnya ini.

Selain itu, perhelatan olahraga yang pertama diselenggarakan pada 1948 di Solo itu, bukanlah hanya pertandingan olahraga semata tapi juga memiliki nilai kebangsaan dan nasionalisme. Serta juga momentum kebangkitan nasional dari Covid-19.

(vid)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.