Ditjen Bina Adwil Rapat Koordinasi Penerapan Prokes Penyelenggaraan STQHN XXVI di Prov Maluku Utara

sajabar.com – Situasi penanganan Pandemi Covid-19 telah menunjukkan capaian yang menggembirakan dewasa ini. Baik dari aspek pelandaian kasus positif, maupun upaya pemulihan ekonomi nasional.

Namun kondisi tersebut, seyogyanya tidak menurunkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam rangka terus menjaga penerapan disiplin protokol kesehatan.

Bacaan Lainnya

Seperti dalam Kegiatan Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist Nasional (STQHN) XXVI di Provinsi Maluku Utara yang mulai diselenggarakan pada tanggal 16 hingga 25 Oktober 2021 mendatang, tak luput juga dari supervisi dan asistensi Pemerintah Pusat.

Untuk memperkuat koordinasi lintas sektoral tersebut, diselenggarakan Rapat Koordinasi virtual yang melibatkan unsur Pemerintah Pusat dan jajaran Pemerintah provinsi Maluku Utara, yang meliputi Kemenko Perekonomian, Kemenko PMK, BNPB, Kementerian Agama, Mabes TNI, dan Mabes Polri, secara darling, pada Senin siang (18/10/2021).

Sedangkan dari unsur daerah, hadir Sekretaris Daerah dan Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Malut, serta Danrem 152 Babullah Maluku Utara dan Ketua Panitia STQH beserta jajaran.

Dalam pengantarnya, Dr. Safrizal ZA. M.Si, selaku Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan, Kemendagri dan Wakil Ketua Satgas Nasional COVID-19, meminta seluruh panitia benar-benar mempedomani penerapan protokol kesehatan secara ketat.

“Dalam pelaksanaan kegiatan wajib dilakukan tracking, tracing dan testing bagi para peserta. Hal ini sebagai bentuk deteksi dini dan atau antisipasi penularan klaster COVID-19,” kata Safrizal.

Ia juga memaparkan satu per satu uraian tugas para panitia sesuai dengan pembagian tugas yang telah ditetapkan, khususnya yang berkaitan dengan penegakan disiplin prokes.

Karena itu, sambung Safrizal, Kemendagri telah menyusun dan segera menerbitkan Instruksi Mendagri (Inmendagri) terkait penyelenggaraan STQHN XXVI di Provinsi Maluku Utara. Sehingga, instruksi tersebut dapat menjadi pedoman bagi panitia dan seluruh pemangku kepentingan di daerah dalam mensukseskan penyelenggaran kegiatan, sesuai dengan prosedur protokol kesehatan.

Di akhir Rapat Koordinasi, sesuai arahan Menteri Dalam Negeri, Safrizal berpesan kepada panitia untuk terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak. Baik dari Satgas COVID-19, TNI-POLRI, BNPB dan K/L yang terlibat, terutama antisipasi pada agenda yang berpotensi menimbulkan pengumpulan massa/kerumunan seperti malam ta’aruf dan penutupan STQHN.

Bahkan, Kemendagri secara khusus akan menerjunkan tim untuk mengawal dan memonitor penerapan prokes di STQHN XXVI di Provinsi Maluku Utara. Sehingga kegiatan STQHN dapat berlangsung dengan aman dan lancar.

Sementara itu, Sekretaris STQHN XXVI 2021, M. Yamin Bailusy menyampaikan bahwa
pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan dengan prosedur penerapan protokol kesehatan ketat. Panitia juga telah berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 di daerah. Selain itu, untuk kegiatan di Sofifi kini telah tersedia dua Lab PCR yang fungsinya nanti memberikan back up dalam pemeriksaan spesimen sebagai syarat perjalanan kepulangan khalifah atau delegasi ke daerah masing-masing.

Sejalan dengan hal tersebut Kepala Biro Hukum, Organisasi dan Kerja sama, Zaherman Muabezi, yang hadir mewakili Kepala BNPB, turut menyampaikan, pelaksanaan baik peserta maupun panitia dan penonton yang hadir pada STQHN minimal telah menerima vaksin dosis pertama dan dalam pelaksanaan kegiatan yang berada pada ruang tertutup dibatasi kapasitasnya maskimal 30 persen, yang diikuti dengan penggunaan masker dan jaga jarak.

(vid)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.